Penyakit Sosial Bangsa Indonesia   Leave a comment

PENYAKIT SOSIAL BANGSA INDONESIA

Gerah rasa hati ini jika melihat dan mendengarkan berita di TV, membaca berita di koran atau media komunikasi yang lainnya. Korupsi, kemiskinan, pembunuhan, kekerasan, dsb. Selalu terbetik dalam pikiran saya “Apakah ini ya potret bangsa kita sekarang ?” “Apakah ini budaya baru bangsa kita ya?”.

Tidak sedikit pula berita – berita, diskusi – diskusi yang selalu mempermasalahkan masa lalu, “Ini gara – gara ANU?” ” Ini warisan dinasti ANU ? ” dsb. Banyak para pakar yang ngomong ini, ngomong itu. Menganalisis ini, itu, komentar ini komentar itu, yang kritik ini kritik itu, yang rasanya nambah ruwet masalah buat kami orang yang berpengetahuan pas – pasan ini. Padahal banyak energi habis untuk itu semua, dan gak membuat bangsa ini mampu membuat tentrem ayem, gemah ripah loh jinawi buat masyarakatnya.

Menurut saya, semua kejadian di atas disebabkan oleh masyarakat indonesia banyak yang dah dijangkiti penyakit sosial, yaitu :

1. Kecenderungan memiskinkan diri

Coba lihat dan pikir, BLT jadi rebutan, Zakat jadi rebutan bahkan menelan korban, Pengemis – pengemis  “keren” banyak kita temui. Kalau kita cermati sebetulnya mereka semua tidak semuanya miskin benar, banyak yang hidupnya berkecukupan tapi tetep ikut ngantri BLT, Zakat. Sebuah stasiun TV pernah meliput tentang kehidupan pengemis, tahu gak? Di rumah mereka itu ada TV, komunikasi dengan HP, Kipas angin, masak pake gas….weleh ……weleh……

2. Gila Hormat/Jabatan

Sekarang lihat di lingkungan kita….mau jadi PNS biayane piro?, Untuk meraih Jabatan Kepala Sekolah ngabisin dhuwit piro, pa lagi mau jadi kepala dinas, Bupati, Gubernur, Gubernur bank, dsb. Tapi kok yo do berlomba – lomba pengin jadi pejabat itu. Yang bermodal besar gak begitu pusing, tapi ada juga yang berani ngutang ke saudara, bank, jual ini, jual itu untuk ndapatin jabatan itu. Kadang saya merasa kasihan bagi yang memaksakan diri, wajahnya layu, badan kurus kering, hutan dimana – mana…..terus kapan bisa kerja yang profesional, lha mikir terus “kapan uangku kembali?” hiburannya cuman satu “ada ucapan bapak kepala ANU yang terhormat …………………………! he…..he…..

3. Pokil (istilah jawa nich)

Orang – orang pinter do ngakali peraturan, do memutar balikkan fakta, orang – orang miskin do dimanfaatkan oleh2 orang – orang pinter untuk nyari dana, ning do gak kroso je. Coba cermati kasus para jaksa, anggota DPR, LSM – LSM. Jujur ajalah……! Biaya demo dari mana ?, trus dana untuk mbayar para demonstran dari mana ? Trus koordinator demo po ya gak perlu biaya hidup ? Tapi memang ada juga demo yang bener – bener aspirasi dari masyarakat…….

Wah capek nich…… tapi yang jelas sebagian besar bangsa kita dah “KEHILANGAN RASA MALU” baik di mata masyarakat juga di hadapan TUHAN.  Tinggal tunggu wae azab dari Yang Maha Kuasa………………..

Posted 11 Oktober 2008 by paksisgendut in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: